Jadi Ini Tentang Kamu

Kamu itu mudah sekali menangis, dan di saat bersamaan kamu lihai menyembunyikannya. Sebab selain takut dibilang lembek, memangnya siapa yang sudi mendengar isak tangismu?

Pun sejak dulu kamu sudah terlatih menghandle semuanya sendiri. Dan kamu bertanggung jawab atas perut dan pikiranmu sendiri. Sejauh ini kamu aman. Dan kamu takjub bahwa ternyata kamu bisa bertahan sejauh ini tanpa bersinggungan dengan narkoboy atau tenaga medis jempolan.

Oh ya, kamu itu suka sekali dipeluk kan? Tapi kamu selalu risih kalau disuruh maju duluan. Kamu terlalu gengsi untuk bilang “aku sedih” atau “aku mau dipuk-puk” Kamu cemen!

Tapi ya tidak apa. Kamu sudah terbiasa toh?

Kamu ditakdirkan jadi tempat sampah untuk orang-orang yang selalu mengakhiri pembicaraan dengan “terima kasih sudah mau mendengarkan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Aku Rabi Sama…

Lebaran kemarin tak ada pertanyaan “KAPAN RABI?” dari orang-orang komplek. Mungkin mereka bosan karena selalu kujawab sekenanya tiap…
Read More

Pacar Orang #4

Akhirnya, aku memilih blok tengah: antara kamu dengan kekasihmu. Aku memilih untuk menampilkan diriku sebagai orang yang tak…
Read More

Pesan Untukmu

Apa yang akan aku bilang ini mungkin terdengar naif sekaligus munafik. Jadi, kau bisa menghardik atau menoyor kepalaku.…
Read More

Cincin-nya Hindia

Ini tentang kita; hubungan penuh goncangan gila yang akhirnya, bisa kita maklumi. Kita adalah sepasang sejoli jauh dari…