Rayuan Perempuan Gila-nya Nadin Amizah

Maaf, Tuan. Kau diuji dengan kehadiranku.

Maaf atas aku yang sering merusak harimu. Sering memberi beban di kepalamu atau bertingkah selayaknya aku adalah perempuan paling menderita di bumi. Jika kau mengira aku nyaman dengan itu, percayalah aku mati-matian mengubah itu.

Aku selalu berusaha meredam angin ribut di kepalaku, menyeka luka lalu yang tak kunjung sembuh, menahan isak tangis yang memelukku tiba-tiba… dan… Sekali lagi, demi Tuhan, aku sedang berupaya.

Aku cuma tak tahu bagaimana harus bersikap selayaknya perempuan normal di depanmu –yang punya rayuan sempurna untuk membuat hari-harimu berwarna. Kau bisa memanggilku perempuan gila, kau bisa memanggilku perempuan dengan banyak masalah, kau bisa memanggilku apa saja asal jangan kau hentikan kasihmu.

Sebab cuma dengan itu aku bisa menyembukan jiwaku. Jadi tolong, beri aku waktu. Sebentar lagi. Aku dalam perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Pacar Orang #4

Akhirnya, aku memilih blok tengah: antara kamu dengan kekasihmu. Aku memilih untuk menampilkan diriku sebagai orang yang tak…
Read More

Aku Rabi Sama…

Lebaran kemarin tak ada pertanyaan “KAPAN RABI?” dari orang-orang komplek. Mungkin mereka bosan karena selalu kujawab sekenanya tiap…